Senin, 16 Maret 2009

Sahabat Terbaik dari Surga


  Di sebuah desa di daerah Bali hidup sepasang kakek & nenek beserta seorang cucunya. Cucu mereka bernama Ica. Ica bernasib malang sekali karena dia ditinggal oleh kedua orang tuanya saat masih kecil dan sekarang dia terkena penyakit yang sangat berat. Tapi untungnya Ica tidak mudah putus asa dan tidak ingin mengecewakan kakek & neneknya.

Pada suatu hari saat Ica sedang berjalan-jalan di pantai, tiba-tiba dia diajak berkenalan oleh seorang pemuda yang ingin menjadi temannya. Ica tidak menolak karena selama ini dia tidak mempunyai seorang teman atau sahabat, karena anak-anak di desanya takut tertular dengan penyakit Ica. Nama teman barunya adalah Dimas. Dimas seumuran dengan Ica.

Hari berganti hari, Ica selalu mendapat tumpangan untuk mencurahkan hatinya pada Dimas, dan Dimas pun tidak keberatan untuk mendengar curahan hati Ica. Mereka melewati hari-hari dengan indah. Mereka sangat akur sekali. Hampir tidak pernah mereka berdua bertengkar.

Pada suatu hari Ica diajak Dimas pergi ke vilanya. Disana Ica diajak berkeliling vila oleh Dimas. Dan pada saat berkeliling vila, Dimas menceritakan banyak tentangnya.

Keesokan harinya menjelang sore tiba, Dimas mengajak untuk membuat ikan bakar di pantai tempat mereka biasa bertemu. Saat matahari mulai tenggelam Dimas merekam yang mereka lakukan saat itu.n Lalu sekitar jam 6, Dimas memberikan sebuah kalung liontin pada Ica sebagai hadiah ulang tahun Ica ke 17. Ica merasa sangat senang.


Hari berganti hari. Setalah beberapa hari Ica tidak bertemu dengan Dimas, dia ingin menemui sahabatya itu dengan membawakan sesuatu untuknya. Saat Ica sampai di depan vila ia melihat vila itu kosong dan terkunci. Lalu Ica memutari vila tersebut, berharap agar dia bertemu dengan Dimas. Setelah beberapa kali memutar Ica menemui penjaga vila tersebut yang kebetulan sedang membersihkan halaman vila. Ica segera menanyakan dimana Dimas sekarang. Penjaga vila itu tidak tahu siapa yang bernama Dimas. Ia berkata bahwa pemiliknya berada di Jakarta dan sudah setengah tahun tidak datang ke vila tersebut. Ica kaget dan tidak percaya dengan kejadian tersebut. Ica bergegas pulang kerumahnya. Saat di jalan dia bertanya-tanya apa yang sedang dia alami? 

Sesampainya di rumah, Ica mengambil kameranya dan melihat rekaman videonya. Di rekaman tersebut tidak ada siapa-siapa kecuali Ica. Ica benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia alami.

Hari berganti hari. Hari-hari Ica terasa sepi tanpa kehadiran Dimas. Kini Dimas menghilang dari kehidupan Ica. Yang tersisa hanyalah kalung liontin yang diberikan saat ulang tahun Ica ke 17. Dan Ica menganggap Dimas seorang sahabat terbaik dari surga yang pernah ia temui.






~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar